home
my seiman
bulletin
web forum
discover
bible info
ss cq
renungan
milis
online bible
uji anda
proyek
linkaran advent
album foto
about
staff only

active topics (0)
new articles (0)
private messages
my bookmarks
site statistics
pm pager
member benefits
members
search
register

Username:
Password:
Save Password

Lupa password?

registered members: 1614
active users:
0 members
1 guests
Renungan Hari Ini | Renungan Lampau | Para Penerjemah
Renungan Tanggal 1/6/2009

Salam dalam Kasih Kristus,

Ada satu pasal dalam Perjanjian Baru yang saya selalu merasa takut untuk membicarakannya karena dia melampaui kemampuan saya, bahkan setelah saya diurapi untuk pelayanan Injil. Bahkan selama 24 tahun saya melayani di Afrika Timur, saya pikir saya tidak pernah mengkhotbahkan tentangnya di sana.

Tetapi sekarang itu secara praktis merupakan satu obsesi bagi saya: Roma 5.
Bagian yang pertama adalah mudah, masalahnya terdapat di dalam pasal 15-21.
(a) Bila "penganugerahan karunia" dari Tuhan "atas banyak pelanggaran itu mengakibatkan pembenaran" bagi "semua orang", apakah itu berarti bahwa "semua orang" akan diselamatkan? Apakah Paulus mengajarkan "Universalisme"?
(b) Tidak, kenyataan bahwa pembenaran adalah satu "karunia cuma-cuma" kepada "semua orang" tidak berarti bahwa semua orang telah membuka hati mereka untuk menerima "karunia cuma-cuma" itu. Yang terakhir ini adalah bagian kita dalam keselamatan: bagian Tuhan adalah bahwa Dia memberi; bagian kita adalah untuk menerima.
(c) "Menerima" berarti menyediakan tempat dalam hati kita untuk "kasih karunia [yang] berlimpah-limpah" dari-Nya (Rom 5:20). Tidak ada tempat bagi apapun yang lain! Seluruh dunia dan kesenangan duniawinya dikeluarkan, untuk menyediakan tempat bagi kasih karunia dari sorga ini.
(d) Untuk "menerima" berarti satu penghargaan hati, satu pemahaman akan jauhnya rentangan "kasih karunia" itu yang berarti bahwa di atas salib-Nya Anak Allah memberikan Diri-Nya untuk pergi ke neraka bagi kita, artinya, Dia bukan hanya pergi tidur untuk satu akhir minggu -- dia menjalani kematian kedua bagi kita.
(e) Seseorang menyanggah, bagaimana mungkin itu terjadi bila Dia dibangkitkan pada hari yang ketiga, tidak ada kebangkitan setelah "kematian kedua"!
(f) Tetapi Yesus memberikan komitmen Diri-Nya untuk kematian yang kedua; tidak ada pengharapan bagi-Nya bahwa Dia tampil sebagai pemenang di dalam kebangkitan; karenanya komitmen-Nya menyamai tindakan menjalani kematian kita yang kedua.
(g) Tentu saja, kita tidak bisa meniru hal itu, tetapi kita bisa menghargainya!
(h) Pekabaran kecil ini adalah satu panggilan bagi kita untuk berhenti, memikirkannya dengan berlutut, dan belajar untuk menghargainya.
(i) Sekarang tidak ada sesuatupun yang pernah akan sama lagi.

dari Dial Daily Bread 4 Januari 2009
oleh Robert J. Wieland
diterjemahkan oleh Danny Handoko


 

Set as your default homepage Add favorite Privacy Report Bugs © 1998-2007 SEIMAN.org All Rights Reserved. MaxWebPortal Snitz Forums Go To Top Of Page