|
|
|
Pelajaran Minggu Ini
| Arsip
| Para Penerjemah |
|
| SSCQ Pelajaran 1 Kwartal 1, 27 Desember 2008—3 Januari 2009
|
Komunikasi Sorgawi
Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta (Ibrani 1: 1,2)
Sabat | Minggu | Senin |
Selasa | Rabu | Kamis |
Jumat
Diterjemahkan Oleh: Daniel Saputra
Sabbath 2 Desember Terang dari Sorga PENDAHULUAN Roma 1:20
Bahkan sebelum anda memikirkan untuk pindah dari mana anda saat ini untuk melihat apa yang telah dibuat Allah, saya yakin tepat dimana anda saat ini, terdapat bukti yang berbicara tentang kondisi supla alamiNya, KeIllahian. Adalah ajaib dan mengagumkan untuk tahu bahwa pengelana abad ke 15 menghabiskan banyak waktu untuk menemukan sumber asal dari danau dan sungai. Dengan keintelekan mereka, mereka bersusah payah untuk menemukan beberapa keajaiban dunia ini. Penemuan mereka berlanjut sampai saat ini memberikan informasi kepada kita. Lebih lanjut, usaha mereka secara lebih jelas mengungkapkan bahwa terdapat pikiran illahi dibelakang semua keajaiban ini. Usaha mereka juga mengingatkan kita untuk memikirkan Dia yang telah memberikan kehidupan bagi setiap mahluk planet ini. Dalam dialek sukuku, terdapat cerita tentang seorang seniman yang mempunyai spesialisasi membuat patung tanah liat. Orang-orang akan datang dari jauh untuk melihat dan membeli hasil karyanya, dan juga untuk mendapatkan nasehat tentang karyanya ini. Pada waktu mereka datang, mereka menemukan beberapa produk jadi distudionya, yang masing-masingnya mempunyai kehebatan tersendiri, dan mereka tahu bahwa dia adalah artis dibalik maha karya tanah liat ini yang mereka baca di buku-buku atau sumber lainnya. Intinya, bukanlah, bukanlah ukuran dari setiap barangnya, dan juga bukanlah dari kecanggihan ataupun kesederhanaannya. Pertanyaan terbesar adalah: Siapakah pencipta dibalik ciptaan yang kita hidupkan ini? Pekabaran apa yang ciptaan ini ceritakan tentang penciptanNya? Bagaimana dia berkomunikasi kepada kita tentang kuasa dan kemampuannya dalam mencipta? Minggu ini, kita akan melihat cara Allah berkomunikasi. Setelah melihatnya sendiri, adalah penting untuk belajar apa alam katakan dan tidak katakan tentang Dia. Akhirnya, wahyu Kristus sebagai Juruselamat datang kepada kita sebagai setitik hujan di padang gurun. Bagaimana wahyu Allah berbeda dengan wahyu Illahi lainnya?
Joshua Opudo, Nairobi, Kenya
KUTIPAN: Wahyu Kristus sebagai Juruselamat datang kepada kita sebagai setitik hujan di padang gurun.
Minggu 28 Desember Cara Umum dan Khusus Penyampaian Wahyu Illahi LOGOS Kej. 18:1–15; 32:30; Kel.. 4:10–17; Maz. 19:1–6; Yoh. 1:14; 3:16, 17; Kol. 2:9
Melalui Nabi-nabi Tuhan (Kej 18:1−15; 32:30; Kel. 4:10−17) Allah membuat menjadikan manusia sebagai mahkota ciptaanNYA. Dia memberikan kita kemampuan untuk berkomunikasi denganNya, dia menjadikan kita ciptaan yang paling dikasihiNya. Kemampuan ini telihat sepanjang zaman dalam berbagai cara. Intervensi yang dibuat Allah dalam kehidupan manusia terlihat dari masa ke masa nabi-nabi sampai ke zaman kita. Dalam buku Kejadian kita pelajari bahwa Allah menyatakan diriNya melalui interevensi malaikat (Kej. 18:1-15) atau melalui pertemuan pribadi denganNya (Kel. 32:30). Dalam kedua pernyataan itu, apakah melalui malaikat atau pertemuan muka dengan muka, intinya adalah menyatakan keinginanNya tentang hal-hal spesifik atau kejadian yang mencakup orang-orang tertentu. Pada waktu Tuhan menampakan diriNya kepada Abraham dan Sarah melalui malaikat Tuhan (Kej. 18:1—5), Dia mengumumkan kepada pasangan itu kabar baik tentang kelahiran putra mereka Isakh. Dan kepada Musa, Allah memberikan instruksi bagaimana mengakhiri penderitaan orang Israel dari penjajahan Mesir (Kej. 4:10-17). Demikian pula, Yakub, dalam pertemuan muka dengan muka dengan Allah, diberikan pelajaran yang mewakili “pencobaan yang mesti dilewati umat Allah sebelum kedatanganNya yang kedua kali.”1 Dalam semua situasi itu, keinginan Allah adalah untuk mengungkapkan keinginan Allah diketahui umat manusia. Kemudian, seperti sekarang, kita masih ditarik kepada hatiNya, yang penuh dengan kasih karunia yang tak terbatas kepada umat manusia.
Melalui Ciptaan Tuhan (Maz. 19:1–6) Mazmur 19 “mungkin merupakan Mazmur yang paling terkenal dan populer tentang alam. Ini adalah ungkapan syukur meditasi tentang ungkapan Allah tentang diriNya di alam dunia dan hukumNya. Dalam enam ayat pertama mazmur Daut . . . berbicara tentang kemuliaan Allah seperti terlihat di pekerjaan ciptaanNya; dalam ayat 7—10 dia berbicara tentang kemuliaan Allah seperti terlihat dihukum-hukumnya; dalam ayat 11-13 dia mendiskusikan penanggungan kebenaran ini dalam karakater dan tindakan; dalam ayat 14 dia berdoa untuk terlepas dari dosa. Seseorang dapat melihat hampir semuanya yang berdiri dibawah langit pada waktu matahari terbit, memujia Jehova dalam baris-baris Mazmur ini. Ahli filsafat Kant mungkin memikirkan Mazmur 19 pada waktu dia menulis: “Ada dua hal yang mengisi jiwaku dengan rasa hormat suci dan keajaiban yang selalu bertumbuh—pemandangan langit berbintang yang secara virtual menghilangkan kita secara fisik, dan hukum moral yang mengangkat kita ke dignitas tak terhingga sebagai agen intelek.”2
Melalui PutraNya sendiri (Yohn 3:16, 17; 1:14; Kol. 2:9) Sebanyak yang dapat kita lihat Allah melalui catatan para nabi dan melalui alam, kita dapat melihat Dia secara jelas melalui PutraNya Yesus Kristus. Kristus telah selalu bersama Allah, satu dengan Dia dalam tujuan, keinginan, dan missi; dan setelah kejatuhan nenek moyang kita, Kristus menepati misiNya di kayu salib agar kita dapat mempunyai kehidupan kekal. Di Kayu Salib—titik balik keselamatan kita—kasih Allah dipancarkan melalui PutraNya Yesus Kristus. Kristus dinyatakan kepada kita sebagai Firman Allah yang kekal, yang “telah menjadi daging dan hidup diantara kita, dan kita telah melihat kemulianNya, kemuliaan sebagai putra Tunggal, penuh kasih karunia dan kebenaran (Yoh. 1: 14). Dalam Kristus, kita melihat Allah dan kasihNya kepada kita (Yoh. 3:16)—pertimbangan khusus bagi manusia yang tidak dapat kita bandingkan hanya melalui alam dan para nabi. Kristus adalah satu-satunya cara penebusan kita dapat dilaksanakan. Karenanya, iman dalamNya penting bagi proses keselamatan. Dalam kematian Kristus kita tidak melihat hanya beban dosa kita tetapi juga kemuliaan kasih Allah.
REAKSI 1. Kenapa anda pikir Kristus adalah satu-satunya jembatan yang dapat menghubungkan kita dengan Allah? Kenapa anda tidak dapat berhubungan dengan Allah tanpa mengikutkan Kristus? 2. Pikirkan keindahan alam di tempat anda tinggal. Yang mana yang paling memberikan inspirasi kepada anda? Apa yang diajarkannya tentang Allah kita yang kekasih? ____________ 1. Patriarchs and Prophets, p. 148. 2. The Seventh-day Adventist Bible Commentary, vol. 3, p. 675.
Tony Philip Oreso, Nairobi, Kenya
KUTIPAN: Ada dua hal yang mengisi jiwaku dengan rasa hormat suci dan keajaiban yang selalu bertumbuh . . . . .
Senin 29 Desember “Allah Beserta Kita” KESAKSIAN Yoh. 14:8—11
“Dengan tinggal bersama kita, Yesus menyatakan tentang Allah kepada manusia dan malaikat. Dia adalah Firman Allah—Pikiran Allah yang berbicara.”2 Dan dengan melihat apa yang dilakukan Kristus dalam kehidupan kita untuk mengembalikan kita kembali kepada Allah, kita dengan aman dapat mengatakan melalui intervensiNya kedalam dunia yang dipenuhi dosa ini, Dia datang untuk menyatakan terang kasihNya. Allah menyatakan diriNya sendiri kepada kita melalui pekerjaan ciptaanNya dan firman tertulisnya, dan keduanya mempunyai campuran yang kuat akan kuasa Kristus PutraNya. “Pada mulanya Allah dinyatakan dalam pekerjaan ciptaan. Adalah Kristus yang menciptakan langit dan meletakan fondasi dunia ini. TanganNyalah yang menyatakan dunia diangkasa dan membentuk bunga di padang.”3 Hal ini mengajarkan kita seberapa dekatnya keterikatan Kristus dengan alam. Persepsi umum tentang Allah yang kita lihat di alam diteguhkan dalam Kristus. “Karena Yesus datang untuk tinggal bersama kita, kita tahu bahwa Allah merasakan pencobaan kita, dan bersimpati dengan kesedihan kita. Setiap putra dan putri Adam boleh mengerti bahwa Pencipta kita adalah sobat orang berdosa. Karena dalam setiap doktrin kasih karunia, setiap janji kesukaan, setiap tindakan kasih, setiap daya tarik illahi dinyatakan dalam kehidupan Juruselamat kita di dunia, kita lihat “Allah beserta kita”4 Tetapi bahkan setelah dosa mencemari ciptaan Allah yang sempurna, Allah tidak memberikan Setan pijakan. “Setan menyombong bahwa dia telah sukses dalam merusak gambar Allah dalam manusia. Kemudian Yesus datang untuk mengembalikan gambaran penciptaNya. . . . Dia datang untuk mengangkat kita dari debu, untuk membentuk kembali gambaran, yang telah dirusak, menurut peta Allah, dan untuk membuat keindahan dengan kemuliannya.”5 Kita sekarang dapat melihat bahwa walaupun Kristus datang ke dunia ini dalam bentuk yang berbeda dari apa yang diharapkan orang, kehidupan dan pengajaranNya mendemonstrasikan kehendak Allah. Dia adalah ungkapan utama dari diriNya sendiri. Karenanya, cara terbaik untuk mengenal kasih Allah dan kebaikanNya adalah menerima Kristus sebagai juruselamat pribadi kita.
REAKSI 1. Tahukan anda siapa Yesus? Seperti apa Dia? 2. Bagaimana anda mencerminkan kasihNya, agar dunia mengenalNya? ____________ 1. The Desire of Ages, p. 19. 2. Ibid., p. 20. 3. Ibid., p. 21. 4. Ibid., p. 24. 5. Ibid., ??
Bob Collins, Homa Bay, Kenya
KUTIPAN: Karena dalam setiap . . . . . daya tarik illahi dinyatakan dalam kehidupan Juruselamat kita di dunia, kita lihat “Allah beserta kita.
Selasa 30 Desember Apakah ada Wahyu Setelah Kristus? BUKTI Ibr. 1:1,2
Pada tahun 1996, terjadi kontroversi di dalam gereja kita tentang “wahyu progresif”, “terang baru,” dan “kebenaran saat ini.” Isu ini mengakibatkan debat yang hangat diantara anggota gereja, beberapanya berargumentasi diluar rasional theologis yang membentuk titik bawah dari Masehi Advent Hari Ketujuh. Dalam terminologi praktis, kita merujuk “wahyu progresif” sebagai pernyataan kebenaran Allah secara terus menerus, yang lain merujuknya sebagai “terang baru,” dan salah satu pendiri gereja Ellen White membujuk pendiri lainnya untuk memandang ke depan untuk menemukan kebenaran tambahan. Seperti dalam Alkitab dan selama masa-masa awal Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Allah masih tetap dekat dengan umatNya, dan sebagai orang Adventis, kita mesti tahu bahwa bila Dia ingin berkomunikasi dengan terang baru, dia akang menyatakannya kepada umatNya. Pernyataan khusus Allah, atau terang baru untuk zaman ini adalah Kristus, batu penjuru, diatas mana pengertian kita dalam segala bentuk pernyataan harus mengerucut. Dia adalah terang dan sumber pengetahuan dunia, dan dalam Dia kita mempunyai gambaran sebenarnya tentang Allah. Melalui pernyataan khususNya, Kristus “naik diatas kemanusiaan, mencampakan penutup dan malunya dosa, dan posisinya mengungangkapkan, kehormatan malaikat-malaikta, Putra Allah, Satu dengan Pencipta semesta.”1 Semua pernyataan yang benar karenanya menunjuk kepada Dia yang telah dikirim kepada dunia bukan untuk mengutuknya, tetapi dunia melalui Dia dapat diselamatkan (Yoh. 3:16, 17). Pernyataan tentang DiriNya Sendiri melalui Putra TunggalNya adalah yang paling khusus dari semua pernyataan. “Pernyataan dalam Kristus dan melalui Kristus tak terhitung . . . tidak dalam hidup ini dapat kita membandingkan misteri kasih Allah dalam menyiapkan PutraNya sebagai pembersih dosa kita.”2 Sementara kita belajar minggu ini, kita alah belajar bahwa baik kepribadian dan karakter Allah diungkapkan dalam PutraNya Kristus.
REAKSI 1. Pernyataan apa yang ada yang tidak harmonis dengan prinsip Kristus? 2. Kenapa bobot pernyataan Kristus lebih berat dari pernyataan lainnya? ____________ 1. The Desire of Ages, p. 210. 2. Christ’s Object Lessons, p. 128.
Daniel Odhiambo, Nairobi, Kenya
KUTIPAN: Pernyataan tentang DiriNya Sendiri melalui Putra TunggalNya adalah yang paling khusus dari semua pernyataan.
Rabu 31 Desember Jalan ke Wahyu. BAGAIMANA Ibr. 13:8
Minggu ini kita mempelajari tentang berbagai cara Allah menggunakan berbagai cara untuk menyatakan diriNya kepada kita. Wahyu Allah kepada kita selalu mempunyai tujuan yang jelas: membuka jalur komunikasi terbuka, yang menunjuk kepada keselamatan kita dan penebusan Kristus. Sejak keJatuhan, Pencipta kita telah rindu agar kita belajar bagaimana kita dapat kembali kepada status awal kita pada Penciptaan. Janji penebusan ini diteguhkan dalam wahyu para nabi, alam, dan Alkitab, dan kehidupan Yesus Kristus. Allah mensyaratkan kita untuk mengenal Dia lebih baik dan mengerti kasihNya bagi kita, bahkan setelah kita berdosa kepadaNya. Karena itulah Dia telah menyediakan berbagai cara untuk menyatakannya agar kita dapat membandingkan kuasa dibalik kasihNya kepada kita. 1. Alam. “Allah itu kasih tertulis dalam setiap kelopak bunga, dari setiap julangan rumput. Burung-burung yang indah menyanyikan lagu gembira mereka, warna-warna rumit bunga dalam kesempurnaan mereka mewangikan udara, tegakan pohon-pohon di hutan dengan daun hijau mereka yang kaya—semuanya menyaksikan perhatian Allah kita yang kebapakan dan kerinduanNya untuk membuat anak-anakNya bahagia. Allah telah mengikat hati kita kepadaNya dengan pemberian yang tak terkirakan di sorga dan dunia. Melalui hal-hal di alam, dan ikatan dunianya yang terdalam dan terlembut yang dapat dikenal hati manusia, Dia telah cari untuk ungkapkan diriNya sendiri kepada kita.”1 2. Para Nabi. Sejak zaman dulu, para nabi telah menjadi agen pilihan Tuhan untuk menyatakan berbagai hal. Iman kita dikuatkan oleh penggenapan nubuatan ini. Para nabi juga menginstruksikan kita tentang “kebenaran, kerohanian, dan tindakan etika . . . . . “2 3. Alkitab. Sebagai akibat dosa, komunikasi langsung kita dengan Allah terlah terputus. Walaupun begitu Dia memilih untuk menyediakan cara mempertahankan komunikasi terbuka denganNya. Alkitab merupakan ungkapan tentang bagaimana rencanaNya untuk mengembalikan komunikasi antara diriNya dengan kita dapat tercapai. 4. Kristus. Kristus adalah kunci kepada pengertian kita akan karakter Allah. Dalam upaya kita untuk membawa Kristus dihadapan gereja-gereja dan dunia, kita mesti mengingat bahwa, “pekerjaan penebus kita di dunia ini adalah dan selalu menjadi pokok yang akan menarik imaginasi tertinggi kita.”3
REAKSI Bagaimana setiap cara diatas membantu anda mengerti Allah lebih baik? ____________ 1. Steps to Christ, p. 10. 2. The Seventh-day Adventist Bible Dictionary, p. 903. 3. Christ’s Object Lessons, pp. 128, 129.
George Otieno, Mbita, Kenya
KUTIPAN: Kristus adalah kunci kepada pengertian kita akan karakter Allah
Kamis 1 Januari Menemukan Allah. PENDAPAT Kol. 1: 15, 16
Saya amat sadar tentang misteri yang dinyatakan Allah di alam. Saya juga sadar akan pekerjaan Roh Kudus—pengaruhnya dan apa yang diungkapkanNya tentang karakter Allah. Tetapi, rencana keselamatan melalui Yesus Kristus merupakan yang terhebat bagiku. Identitas kita sebagai Masehi Advent Hari Ketujuh mensyaratkan bahwa kita percaya dalam Allah yang pribadi dan literal yang tertarik dalam tindakan pribadi kita. Dalam kehidupan kita sehari-hari, sahabat-sahabatku dan saya menggunakan waktu bersama-sama untuk berbagi cerita yang penting bagi hidup kita. Berbagi pengalaman ini menjadi batu pijakan untuk membantu kita mengerti teman kita lebih baik. Pernyataan melalui Yesus Kristus serupa dengan titik pijakan untuk mengerti Allah lebih baik. Pernyataan ini membawa kita muka dengan muka dengan kasih tak terhingga dan kebenaran tak bercacat. Pemberian kehidupan kekal, yang datang sebagai akibat kematian Kristus, tidak akan mungkin kita terima tanpa Dia. Hal inilah yang membuat pernyataannya ini amat khusus. Dengan memberikan Kristus untuk umat manusia yang jatuh, Allah menginginkan kita mengenal Dia dalam cara yang khusus, diatas apa yang kita lihat dalam alam atau bahkan apa yang kita baca di Alkitab. Mencoba untuk mencari Tuhan dan meneguhkan keberadaanNya dalam kehidupan kita merupakan tugas berat bagi kebanyakan kita, tetapi sebagai orang Kristen Adventist, kita mesti selalu mencoba untuk mempertahankan rantai warisan yang menghubungkan prinsip Alkitab kepada dunia modern kita. Alkitab, yang merupakan Firman Allah, selalu maju ke depan. Dan Kristus selalu mendorong kita untuk selalu siap bagi masa depan. Tampaknya, karenanya, Allah berniat menuntun kita untuk maju kedepan, dengan memberikan kita cukup bukti melalui cara komunikasi yang benar. Bukti seperti itu melalui para nabi, Alkitab, alam, dan pribadi Kristus cukup bagi kita untuk mempercayai Allah untuk masa depan kita. “Kehadiran Bapa menyelimuti Kritus, dan tidak ada yang terjadi kepadaNya yang kasih tak terhingga izinkan untuk menghalangi berkat bagi dunia. Disinilah sumber kenyamananNya, dan inilah bagi kita. Dia yang dipenuhi Roh Kristus berdiri dengan Kristus. Apa yang datang kepadanya datang dari Juruselamat, yang menyelimuti dia dengan kehadiranNya.”*
REAKSI Apa yang telah menjadi cara paling efektif bagimu untuk belajar tentang Allah, dan kenapa hal ini menarik bagimu? ____________ *The Ministry of Healing, pp. 488, 489.
Joash Oketch, Nairobi, Kenya
KUTIPAN: Mencoba untuk mencari Tuhan dan meneguhkan keberadaanNya dalam kehidupan kita merupakan tugas berat bagi kebanyakan kita.
Jum’at 2 Januari FirmanNya, Terang Kita. EKSPLORASI Yes. 8:20
SIMPULAN
Allah mempunyai berbagai cara dan variasi dalam berkomunikasi dengan umatNYA. Di taman Eden, Dia berbicara muka dengan muda. Kemudian, Dia berbicara melalui para nabi. Dan Sebagai pemazmur dan yang lain tunjukan, alam juga menjadi cara untuk menyampaikan pekabaran illahi. Akhirnya, Allah mengirimkan FirmanNya ke dunia dalam bentuk PutraNya Yesus Kristus. Saat ini, Allah berbicara kepada kita melalui Alkitab dan cara lain. Mudah-mudahan, Dia juga berbicara melalui kita kepada orang lain yang membutuhkan firman pengharapan, dorongan, dan penerangan dari PenciptaNya.
PERTIMBANGKAN
■ Siapkan suatu bagan, suatu gambaran, suatu lukisan atau bahkan suatu DVD tentang beberapa cara metode komunikasi sepanjang masa. Pikirkan cara Dia berkomunikasi dengan Adam dan Hawa sampai ke cara Dia berkomunikasi dengan anda saat ini. Ya, gambarkan dirimu sendiri atau masukan foto. ■ Berjalanlah sekeliling tetangga atau taman terdekat, dengan kamera jika memungkinkan, carilah teladan bagaimana Allah berkomunikasi dengan alam. ■ Pilihlah suatu mazmur yang berbicara tentang Allah yang berbicara kepada umatNya secara langsung melalui para nabiNya atau melalui alam. Bacakanlah kepada kelasmu, keluarga, atau teman—atau untuk kesukaan dan peneranganmu. ■ Evaluasi pengajaran tiga denominasi atau agama yang anda kenal secara baik. Dalam setiap kasus, pikirkan suatu pengajaran yang melakukan, dan sesuatu yang tidak, memenuhi ujian Yesaya 8:20. ■ Tuliskan dan buat poster tentang suatu pengalaman alkitabiah komunikasi illahi. Contohnya dapat ditemukan dalam cerita Adam, Musa, Samuel, Yunus, Abraham, Saul (atau Paulus), perempuan di sumur, dan lainnya. ■ Tuliskan dua sisi debat tentang nilai, dan juga keterbatasan atau bahkan bahaya, untuk tetap mendengarkan “suara kecil” agar dapat menemukan kehendak Allah. Bagaimana Yesaya 8:20 membantu memecahkan debat ini?
HUBUNGKAN
1 Kings 19 (especially verses 9−12). Mind, Character, and Personality, chaps. 1−4; The Great Controversy, “God’s Final Warning,” pp. 603−612.
Frank A. Campbell, Ottawa, Canada
Para Penerjemah:
Daniel Saputra
|
|
|
 |
|